Saturday, February 25, 2006
My Album, From Then Till Now.



The Early Years
( Jakarta -The Netherlands - Bandung)




My marriage :



Yang menjadi saksi, dari pihak mempelai wanita : alm. oom Satyawan ( adik ipar ayah saya) dan dari pihak mempelai pria, oom Sutono ( adik ayahnya mas Bambang).



Sayang sekali beliau ini meninggal pada saat saya masih di Belanda. Jadi ini adalah kali terakhir event bersama sang Eyang....
Nyuwun Ngapuro Eyang......
Wednesday, January 25, 2006
My New Place

Delft - Belanda
Begitu menikah, langsung cabut ikut suami ke Belanda, tepatnya dikota Delft.....
Kota pelajar sekaligus kota turis. Terkenal akan produk potterynya yang dikenal bernama Deflt Blue/ Delft Blauw.
Kami datang di Belanda, bulan Juni 1984, pada saat musim panas mulai menjelang.
Foto2 dibawah ini agak kurang bagus lagi, maklum mutu foto 22 tahun yang lalu.

Pada awal kami tiba, masih menempati kamar bujangan,di Roland Holstlaans 512 dilantai 15, karena belum dapat flat untuk keluarga, masih ngantre, tapi ya namanya pasangan baru, seneng aja bawaannya. lihat deh isinya kamar ini, penuh segala macam, untung cuman 2 bulan tinggal disini.
Kemudian kami pindah menempati 1 studio room, flat mahasiswa di Roland Holstlaan 203, dilantai 5. Meski alamatnya mirip tetapi gedungnya berbeda karena untuk nomr genap satu bangunan dan nomor ganjil dibangunan yang lain. Flat yang dikenal sebagai stahlbouw, karena memang dibuat dari rangka baja.
Foto ini diambil pada saat musim semi 1985, diteras depan dari flat kami. Sebetulnya foto didepan teras ini ada dalam 4 musim, cuman yang ketemu baru ini. Kelihatan sekali pohon2 mulai menampakkan pucuk2nya yang hijau. Setiap musim, berbeda sekali tampak pada pepohonan ini, sangat unik. Sudah mulai kelihatan setahun di Belanda, pipi makin tembem, kebanyakan makan keju kayaknya.
Pulang belanja, enaknya bisa pake kereta belanja kecil, macam tas tarik model tas bagasi pesawat. Tas belanja model gini banyak sekali dijual diBelanda, yang jarang dilihat dinegara lain.Tampak latar belakang bis kuning, itu transportasi sehari hari yang nyaman. Ini rasanya habis pulang dari Konmar di in de Hoven karena tampak latar in de hoven. Dan kelihatannya musim gugur, karena pohon2 pada gundul.Mobil kesayangan kami, ini mobil pertama kami, sebelum menikah suami pake VW biru kodok, kemudian karena dimakan usia, pada saat saya datang ke Belanda kami beli honda civic 2 pintu ini. Lumayan juga mobil lama ini, bisa kami gunakan hingga kami kembali ke Indonesia.
Musim salju pertama tahun 1984, bener2 sangat menyenangkan untuk dialami, dinginnya memang bukan main, dan pada saat itu dikatakan dinginnya hingga - 18 C,dan dalam waktu yang lama hingga lomba ice skating disungai yang melewati 11 daerah yang dinamakan elf steden tocht bisa berlangsung setelah bertahun2 tidak dapat dilangsungkan karena tahun2 sebelumnya Belanda musim saljunya tidak berlangsung lama. kalau gak salah musim salju periode saat ini, salju terakhir turun di bulan maret dan salju pertama turun setelah tahun baru. ( waktu tahun 1985, salju pertama turun bulan oktober).
Flat kami tampak dikejauhan.
Saturday, December 24, 2005
Toko Ramee dan Bazaar
Karir di toko itu dimulai dari pencuci panci dan pemotong bahan makanan hingga dipercaya untuk membuat risoles, atau martabak ( dalam jumlah yang aduhai....) dan pekerjaan memasak lainnya.
Toko Ramee, tempat saya belajar dan magang, rasanya gak cukup terimakasih saya pada toko yang satu ini, bisa sambil belajar dan dibayar pula. Memang hobby memasak sudah lama saya sukai hanya saja dengan bekerja ditempat ini, bisa juga belajar bagaimana cara me-manage masakan dalam jumlah besar, yang akhirnya saya bisa membuka usaha catering hingga 13 tahun di Bontang. Disinilah cikal bakalnya.

Para cabin crew berpose, Magda pake baju biru spesialisasinya risoles, Gina baju coklat biasanya kerja di depan, tante Ram yang orang Thailand, bantu potong2, yang baju kotak2 ini si pembuat martabak ( asli lupa namanya). Waktu ini karir saya baru bantu2 aja belum dipercaya bikin sesuatu dan potong2 sayur aja, kadang bantu2 didepan, melayani pembeli makanan. Baru setelah saya buka bazaar sendiri baru dipercaya masak atau bikin kuenya.....
Yang jongkok, anak pemiliknya, Lily dan suaminya yang gemuk dibelakang Guan Ciang, yang pake baju putih itu pemiliknya, Tante Tan. diapit dengan mvr Wiesje dan tante Ram.
Di tahun kedua tinggal di Belanda, dengan berbekal ilmu yang didapat dari toko Ramee berani- in diri aja ikutan bazaar.Menu yang ditawarkan, sebagian besar bikin sendiri kecuali bakpao ( konsinyasi), lapis ( lupa siapa sumbernya), kopi dan minuman kaleng.
Nah ini timnya, kita aja ber4. Tangguhkan ? jaman itu lho segini banyaknya makanan dikerjakan ber 2 aja, pan yang laki2 mah tim support. Toni ini teman sekolahnya mas, yang kebetulan pacarnya Endang berteman baik dengan saya.( 22 tahun yang lalu sih mereka masih pacaran, sekarang mah udah nikah dan punya anak 2, Eveline dan Celine).Toni ini yang ngajarin saya ber email ria, ditahun 94, saya gak pernah lupa deh jasamu itu. Kalau sama Endang sih sampe detik ini juga masih saling ber komunikasi. Dan kalau kami mampir Belanda selalu menyempatkan datang kerumah mereka, teman lama yang masih akrab..... Ya gak sih Endang ? jadi inget kamu mau bikin ayam kodok terus dipandu dengan email ? jadi juga ya ayam kodoknya, hebat kamu.....
Nih suasana jualan di Bazaar Oosterse Markt, yang terjemahan bebasnya berarti pasar dari timur, bertempat diMuseum Nusantara. Ramai sekali pengunjungnya. Dan alhamdulillah habis loh dagangan kita nih.
Bagian ngomong ama orang Belandanya sih bagiannya Toni, yang memang sejak umur 5 tahun sudah tinggal di Belanda, wah logatnya mah udah gak bisa dibedain lagi ama lokal londonya...Gayanya nge-goreng tahu isi sih boleh juga ya ? Sambil kedinginan soale kan harus pake baju batik, nah namanya gak punya batik, yang ada daster ini aja, jadilah daster dirangkep sweater tapi tetep aja agak kedinginan, soalnya musim semi kali ini masih agak dingin.
Masih terkenang londonya tanya : Wat is ongol2 ? dengan logat g nya londo. Tapi yo laku tuh, abis unik. Londo kan banyak yang suka kue2 tradisionil kita.Kami juga masih dibantu dengan 2 orang teman lagi, yang satu teman baiknya Toni, alm Imam ( sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena kanker otak), juga Budi kakaknya Toni, yang datang bantuin jualan aja terus lari pulang..... Wel, gezellig hoor met jouw in de buurt.
Wednesday, December 14, 2005
Graduation dan Papa Mudik

Bersama teman seangkatannya , orang Indonesianya cuman satu dan paling kecil lagi..... GPPlah yang penting klein maar fijn....ho ho...ho....

Dewan Dosennya. Kagak pake toga2an, pembagian ijazahnya juga gitu aja, gak ada yang istimewa, modelnya sih kayaknya sudah harusnya kamun lulus, kebangetan kalau engga....

Eindelijk zeg.....

Akhir dari periode bulan madu kami yang indah di Belanda, kamu mesti kembali ke Bandung - Indonesia. het is de tijd on terug te keer naar echte wereld.

Foto bersama teman2 IPTN, angkatan muda2 yang sedang menuntut ilmu di Delft.Berpose didepan Flat kami, Roland Holstlaan

Kebetulan saya masih tinggal diBelanda setengah tahun lagi, menyelesaikan sekolah komputernya itu lho, sekalian ogah buru2 pulang, ijin tinggalnya aja masih ampe tahun depan kok....


Pose terakhir di Schiphol - Belanda, gak kebayang lagi kapan bisa kita kembali kesini lagi ya ? Gak kebayang lah.....
( Nasib memang berkata lain, gak taunya hampir tiap tahun kami mengunjungi Belanda di periode tahun 90-an)

Saturday, December 10, 2005
Hari hari terakhir tinggal di Belanda
Pada saat terakhir tinggal diBelanda, kebetulan ibu saya nyusul, mau jalan2 katanya sambil nungguin saya ngepak barang kalinye....
Abisnya pas saya ngepak, blio nih sedang jalan2 ke Inggris, Perancis dan Jerman. Hebatnya ibu saya tuh dapat kenangan dari perjalanan itu, ketemu teman yang sampe sekarang masih kontak2an.

Hari hujan jadilah kita menari payung gaya seenaknya....heran juga kok saya bisa punya payung yang senada ama bajunya, sepatunya juga matching banget....


Akhirnya habis juga hidup saya diBelanda, seneng banget tinggal dinegara ini, rasanya pada saat itu sewaktu akan meninggalkan Belanda, sedih banget.
Tapi kalau saat ini saya ditanya mau gak tinggal lagi disana, kok jawabnya, engga ah cukup aja, kalau main kesana lagi masih oke. Kangen juga ama anginnya yang kenceng, sampai bikin badan oleng, juga dengan saljunya yang tebal.
Tapi untuk tinggal menetap disana rasanya belum terbesit lagi keinginan. Mungkin karena setelah kami tinggal di Bontang kan sering banget kami mampir Belanda, dan rasanya akhir2 ini Belanda gak senyaman waktu kita tinggal disana.
Mungkin juga karena alasan yang sudah lama menjadi ganjelan dihati, untuk tinggal ditempat dimana makanan halal gak susah dicari. Gak nyampur mana yang halal dengan yang gak halal. Gak enaklah rasa hati ini, rasanya memang sudah waktunya lebih allert lagi, karena di jaman muda batasan itu meski tidak sekalipun dilanggar tapi juga selalu ada digaris yang tipis. Diusia sudah mulai tidak muda lagi, apalagi yang akan dicari, kalau bukan dan hanya ke ridhoan Allah semata.
Thursday, November 24, 2005
Bandung, awal kami berkarya.
Kami kembali ke Indonesia dan berkarya di salah satu perusahaan penerbangan, sama sama kami bekerja disana selama 4 tahun.
Ditahun ketiga tinggal diBandung, lahirlah anak kami dengan selamat, tepatnya pada 11 November 1988, jam 11.30 di hari Jumat, dengan besar 4.5 kg panjang 52 cm, seorang bayi laki2 yang besar dan ndutlah.... Bestramy Delfarza, buah hati kami lahir di Rumah Sakit Boromeus Bandung.
Saking besarnya gurita bayi pun gak cukup.....
Tahun ke empat, dengan membawa anak berumur 8 bulan, kami ber "transmigrasi" ke Bontang Kalimantan Timur.....
( Masih bersambung..........file masih ketinggalan di tanah air , sabar ya......)
Sunday, October 23, 2005
The Blossoming Years
Karena suami bekerja pada PT Badak NGL.CO, Bontang- Kalimantan Timur, maka kami bertiga harus pindah, untuk tinggal dihutan yang nun jauh dari keramaian kota.
Komplex perumahan yang kami tinggali, begitu nyaman, asri dan aman. Udara yang jauh dari polusi dan kemana mata memandang hijau menghampar.........
Karena banyak waktu luang selama tinggal diBontang, maka setelah utak atik resep dan promosi keteman teman membuat penulis ditahun ketiga memberanikan diri untuk memulai bisnis catering. Mulai dari tetangga dekat, kecil2an dulu hingga ditahun ke 13 saat penulis meninggalkan Bontang sudah menjadi bisnis yang sangat lumayan dengan 4 pegawai. Sayang sebetulnya tapi kan lebih sayang ama keluarga ya.....

Lokasi : Pulau Bras Basah-Bontang ( Juni 2004)
Thursday, September 22, 2005
Travelling Period 1995 - 1998
Negara yang kami kunjungi al :
Singapore,Holland, Brussel, GB, Switzerland, France, Germany, Italy, Swedia,USA, Korean and KL.
Leiden ( 1995) - Brussel( 1995) - London (1995)



Paris ( 1995) - Venezia( 1995) - Swiss ( 1995)



Koln ( 1995)- Disney Land Paris ( 1995)



Gerbang Berlin (1996)
Kursus masak di Caux Switzerland ( 1996).


Caux - ( bersama sama tim dapur) 1996.



Den Haag ( 1997) - Aberdeen ( 1997) - Volendam (1997)



Norkopping - Swedia ( 1998) - Leiden ( 1998) - Singapore ( 1998)



Samarinda ( 1998) - Madurodam ( 1999) - LA ( 1999)


